Follow us
Boy Rafli Amar, yang pada waktu itu adalah juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, memimpin konferensi pers di Jakarta perihal terbunuhnya Santoso, teroris yang telah lama berada dalam daftar pencarian orang karena memimpin kelompok militan bersenjata Mujahidin Indonesia Timur, 19 Juli 2016.

BNPT Waspadai Peningkatan Aktivitas Perekrutan Militan Selama Pandemi

Boy Rafli Amar juga mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp361,6 miliar lebih untuk penanggulangan terorisme.

More News

Jakarta Masuki ‘New Normal’ Pasca Pelonggaran PSBB

Bagaimana Cina Menggunakan Kekayaan dan Kekuasaannya untuk Mengontrol Laut Cina Selatan?

Pilihan editor

Tampilan selengkapnya